Cerita Seks : Anak Majikan

itil service itil foundation

Ini kisahku seorang pemuda kampung dan anak seorang petani yang ingin memiliki penidikan tinggi. Setelah lulus SMA aku berniat untuk melanjutkan pendidikanku ke jenjang yang lebih lanjut. Cita - cita saya ingin kuliah di kota. Namun karena keterbatasan aku harus ikut seleksi lagi tahun depan, akhirnya saya menghabiskan waktu membantu orang tua saya di desa membantu bercocok tanam. Devon namaku banyak yang bilang kalau saya murid yang berprestasi, banyak gelar yang sudah kuraih. Penampilan fisikku sederhana saja seperti remaja pada umumnya dikampungku. Namun banyak sekali teman cewek yang seneng saat bersamaku. Banyak dari mereka yang mengharap cintaku, tapi aku tidak mau pusing dulu soal begituan. Hingga pada satu malam datanglah kawan lama Bapak, dia jauh - jauh dari Kota dan mampir ke gubuk sederhana kami, Pak Romy beserta istrinya singgah kerumah kami. Bicara panjang lebar dan saling becanda. Pak Romy ini adalah kawan sekolah bapak saat dikampung dan kini beliau sudah menjadi pengusaha ukiran kayu jati.

Lalu Pak Romy ingin bertemu denganku, kami pun ngobrol - ngobrol saling menanyakan satuu sama lain,. Aku juga mengutarakan keluhanku tentang masa depanku yang ingin mengenyam pendidikan dikota, lalu Pak Romy lah yang memberi solusi, bahwa minggu depan dia memperbolehkan aku tinggal dirumahnya atau di mess para pekerja, Pak Romy juga menunjukkan beberapa foto tentang bangunan Mess. “Kalau Nak Devon mau bisa konsultasi sama ayah dan ibu” Pak Romy ini sangat baik hati. Bapak dan Ibu saya pun setuju dengan pendapat Bp Romy ini. “Tapi gini Pak saya juga tak mau numpang gratis dirumah Bapak, kalau boleh biarkan saya nanti disana ikut mengerjakan atau membantu pekerjaan Bapak” aku mengutarakan kalau aku mau jadi tenaga baru. “Boleh biar nanti kamu disana bantu - bantu dirumah” Kami pun bersalaman, dan tepat pukul setengah 10 malam Bp Romy sekalian pun berpamitanpulang, tak lupa bapak memberikan beberapa oleh - oleh dan Pak Romy sangat menyukainya.

Singkat cerita setelah perjalanan panjang naik bis kota sampailah aku diterminal dan langsung dijemput oleh pegawai Pak Romy. Langsung saya diantar menuju rumahnya.... Rumah Pak Romy sangatlah besar bak istana, lantas saya diantar berkeliling dan melihat para pengrajin anak buah Pak Romy sedang bekerja, lalu datanglah Pak Romy. “Gimana Nak Devon perjalanannya...???” Ujar Pak Romy. “Ternyata dekat juga ya Pak cuma 1 jam dari rumah” sahutku... Lalu Pak Romy mengantarkan menuju kamarku, bahhh kamar yang sangat bagus sudah ada lemari dan kasur, saya disuruh mandi dan ikut sarapan. Lalu dikenalkanlah aku dengan anak dan beberapa pembantuntya. Bahkan Pak Romy juga bilang kalau aku ini sering mendapat beasiswa saat disekolah, malahan beliau menyuruhku untuk mengajari anaknya yang duduk dibangku kelas 2 SMA. “Nak Devon bolehkan kalau malem ikut membantu belajar Jessica” ujarnya. Aku mengangguk dan bertatapan langsung dengan Jesiica anak Pak Romy. “Baik Pak, insyallah saya akan sungguh sungguh membantu Jessica” Sahutku. Tampak senyum mengembang raut wajah Jessica. Cewek cantik kecil dan imut itu melempar senyum padaku.

Keesokan harinya, aku bangun lebih awal dan membantu bibi Jum membersihkan lahan depan, lantas aku juga membersihkan kolam renang belakang, sebenarnya sama Tante Suci dilarang aku melakukan ini, “Janganlah Dev...biar Bi Jum aja yang melakukan ini” Ujarnya sambil meraih jaring.... ‘Maav tante kasihan Bi Jum biar saya saja” ujarku.... Tante Suci pun tersenyum, “Kamu anak baik Dev, ayah dan ibu kamu pasti bangga punya anak seperti kamu”..... aku hanya tersenyum dan malu mendapatkan pujian seperti itu. “Gak papa Tante biar Devon aja yang bersihin, ini kan tugas laki - laki”  Ujarku... “Ouw iya Devon nanti ikut sarapan ya sama Ibu dan Bapak” Sembari berlalu... Keluarga ini pun menyambut baik padaku, seperti yang diperintahkan aku pun ikut sarapan dimana aku duduk jejeran sama Jessica. Ni anak kalau dari dekat keliatan anggun sekali aroma tubuhnya wangi dan turut bicaranya mendayu aaaaacchhh malah jadi berprasangka jelek ni aku sama Non Jessica.

Pak Romy saat itu juga bilang kalau 3 hari ini dia akan berada di Jakarta guna menghadiri seminar, tentunya bareng Tante Suci. “Devon tolong ya jagain Jessica, bimbing dia supaya lebih pnter”... Pintanya. “Baik Pak, insyallah Devon sanggup”... sahutku. Hari berganti siang, aku juga ikut bantuin para pekerja di belakang, lalu datanglah Jessica menepukku dari belakang, “ Hay Non udah pulang ya... gimana sekolahnya hari ini...???” Jessica tersenyum menatap mataku lama, “Ya lancar sih Kak hari ini di School, Kakak Devon ceritaiin dong kalau di desa suasanya seperti apa...???” tanya Jessica padaku. Dengan rinci kuceritakan semua tentang desaku, baik orang - orangnya kebudayaannya sambil kuperlihatkan beberapa foto dilaptopku, “Lahhh Kak yang tu ceweknya Kakak ya” sambil menunjuk foto perempuan memakai jilbab... “Bukan Non itu temen dikampung” sahutku... “Euumt Banyak cewek yang nempel sama Kak Devon ya... abis kakak ganteng sih pinter pula” Curhatnya. Memang disitu banyak foto tentang aku dan para teman cewek dikampung. Padahal itu acara karang taruna.

Jessica pun sempat curhat mengenai pasangannya dulu yang hanya mengobral kata - kata manis. Aku juga hanya menghiburnya untuk tidak larut dalam kesedihan,lalu pertanyaan yang aneh muncul dari Jessica, dia mengatakan pernah gak aku ML dengan seorang gadis. Aku pun berkata jujur kalau emang aku udah pernah tapi tidak sampai ML hanya oral seks saja. Malahan ia mengejarku untuk meceritakan pengalaman itu. Yaudahlah aku ceritakan secara rinci bahkan ada yang kulebih - lebihkan, ‘Aaah pasti seneng ya tu cewek bisa gituan ama Kak Devon” Tiba tiba dia duduk menyandar di badanku. “Aaaah gak juga Non itu pun karena dia yang minta aku juga masih takut dosa” Basa basiku pun muncul. “Lantas dimana cewek itu sekarang Kak...???” kembali ia menanyakan... ’Sama seperti kamu Non dia pergi dengan lelaki yang lebih tajir, habis dari situlah aku belum mau membuka hati lagi pada cewek, ingin fokus dulu sekolah dan bahagiain orang tua.

Aku juga kaget tiba tiba Jessica sudah sangat nyaman bersandar ditubuhku, bahkan tangannya sesekali menyenggol burungku. Apakah ini rayuan, atau dia sedang memberikan kode, hmmmm mungkin juga dia kepengen karena aku tadi bercerita tentang oral seks dengan mantanku. Malam pun tiba disana nampak Jessica sedang belajar dan langsung aja aku samperin, ternyata dia sedang belajar bahasa Inggris, saat itu juga aku pun beraksi kami saling bercakapan dengan bhs Inggris, namun mataku tetap saja melirik lirik paha mulus Jessica, 

Jessica memakai celana pendek tipis hingga nyeplak sekali memeknya, dan bajunya hanya tanktop pink memperlihatkan belahan dada miliknya walai teteknya kecil. “Pindah kamarku saja yuk Kak” dia menggandeng tanganku masuk ke kamarnya, baru kali ini aku masuk kamar cewek, wangi dan sangat bersih itu hal yang pertama aku ucapkan. ”Aku tau kok dari tadi kakak melirik memekku terus heheheheee iya kan” To the point dianya. “Waduuuhhh eeemmt eemmttt gimana ya maav Non bukannya saya lancang, saya juga laki - laki normal wajar kalau saya jelalatan liat Non pakai pakaian seksi seperti ini” Ketahuan nich njing..... Jessica malah membuka tanktopnya dan memamerkan bra biru yang dia kenakan... “Loohh kok dibuka Non...???” Sempat aku mau memebenarkan tangannya saat ia mau melepaskan tanktopnya. Jessica menyambar bibirku dia menciumiaku sangat ganas, aku sempat ingin meronta dan melepaskannya dia malah bilang “Ayolah Kak aku juga pengen dioral seperti mantan Kak Devon dulu” Pintanya merengek.

Langsung dah kita bercumbu dengan lembut, bahkan tanganku dipaksauntuk meremas teteknya yang mungil itu, dia mendesah tak karuan, dia pun meloloskan celanaku menggenggam erat penisku yang belum tegang. “Kakak barangnya gede yah, mau dong ditusuk aaaacchhhh” dia mengacau.. Aku terus mencumbu bibir lembutnya kurasakan nafas yang sedang sangat bergairah sementara tangannya memainkan penisku yang saat ini ngaceng maksimal.

Kubuka perlahan celana Jessica dan kubuka pula CD yang ia pakai, memek Jessica berambut lebat dan kini pun udah sangat basah. “Biar aku bersihkan Non” kujilati memeknya kumainkan itilnya Jessica menikmati sekali permainan lidahku, dia mendesah lirih dan langsung kubungkam mulutnya agar tak terdengar sampai luar. Sekali lagi memek itu mengeluarkan lendirnya, rasa asin dan hangat ramai dilidahku. “Kakak egak jijik apa...???’ ia tanya... ”Egak Non mantan aku tiap kali ketemu pasti minta ginian yang katanya sangat nikmat, emang betul Non” tanyaku lugu.... “Aduhh Kak nikmat banget ni aja langsung klimaks, seperti mengawang dinirwana surga Kak, sini gantian Jess yang emut rudal Kakak” Jessica gantin menyepong kontolku dan sungguh nikmat rasanya ‘Awwwhhh enak Non... auuwwhhh” Sepangan cewek kota sangat mantab lebih bervariasi.

Lalau dia memposisikan kontolku ke lubang memeknya, perlahan ia mencoba untuk memasukkan kontolku, memek Jessica semakin basah hingga memudahkan kontolku menjebol memeknya. “Auuuwwwhhh Kakkaaaaakkkk enakkkk” blessss masuklah kontoku dan dia menggoyangkan pinggulnya, “Sempit banget punya kamu Non” dia mengangguk dan menciumi bibirku, membisikkan ketelingaku... “Punya kakak juga luar biasa, buat aku semakin terbang Kak” Jessica ini lumayan gila seks ternyata.... 5 Menit berselang ia mendapatkan lagi orgasmenya, memintaku memberhentikan kocokkan kontol ini.

Benar kan langsung orgasme lagi si Jessica, kali ini dengan kondisi terlentang kugenjot lagi memeknya, memek merah berambut lebat itu terlihat menggemaskan, “Kak aku seneng Kakak ada disini bisa membantu aku melakukan kek gini” Berbicara sambil ngentot. Kembali kucumbu bibir mungilnya. Kugerakkan maju mundur, hingga bercak putih cairamn memek Jessica menempel di kontolku. Karena memeknya sangat sempit dan enak aku makin tak tahan mau meledak, langsung kulpaskan dan muncrat semua di perut Jessica, dia tampak ngoss ngoos,ann “Sini Kak biar aku bersihkan” Auuuwwhhhh disepong lagi dan dihabiskan sisa spermaku.

Sperma menetes sangatlah banyak sangat kental dan pekat,  Jessica kok malah meminumnya hemmmmm... “Jijik Lhoo Non” sahutku, dia pun menggeleng dan katanya sperma baik kalau ditelan wanita, 15 menit aku betempur dengan Jessica, dia tampak bahagia sekali, ‘Nantu aku potongi Kak jembutku biar makin enak kalau dijilat” sambil mengusap pakai tissue sperma yang berceceran di perutnya. Abis itu aku mandi lalu gantian Jessica yang mandi kami pun makan malam dengan perasaan bahagia, Jessica si cewek tocil bernafsu besar.

- Sekian - 

itil barriers itil practitioner