Cerita Seks : Irma Oh... Irma

itil service itil foundation

Hari - hari kulalui seperti biasa, aku hanyalah seorang buruh pabrik yang bekerja di tanah orang alias aku ini perantauan dari daerah dan kini mengembara di kota Bekasi. Aku pun mendapatkan fasilitas Mess dari perusahaan,  jarak tempuh pabrik dari tempat mess tidak begitu jauh, aku sering berjalan kaki, berangkat pagi pulang sore. Di pabrik banyak sekali yang suka kepadaku, mungkin karena aku orangnya pendiem, dan sopan. Pernah aku dulu dekat banget sama wanita teman se pabrik juga, tapi kita cuma temenan saj aegak lebih, dan saat ini pun dia udah merit, dengan cowok idamannya. Jabatanku sebagai operator exthru atau bagian laminasi, pabrik tempatku bekerja bergerak dibidang percetakkan, karyawan disini sangat banyak baik laki maupun cewek, banyak juga karyawan cewek yang sangat menggoda, maklum lah disini banyak cewek cantik. Tapi niatku disini kan bekerja bukan cari cewek, ada satu karyawan namanya Irma dia menjabat sebagai pemegang kendali keuangan pabrik, entah kenapa Mbak Irma ini sangat baik kepadaku. Pasti setiap jam istirahat dia mencari aku, makan bareng kadang makan bareng sama temen - temen cewek lainnya. Mbak Irma perawakkannya sangatlah semok, dengan tetek yang gede serta gaya bicaranya seperti serakk.


Dia udah bersuami dan memiliki 1 anak perempuan yang kini duduk dibangku Taman kanak - kanak, sering dia curhat kepadaku tentang anaknya, kadang permasalahan keluarga pun diceritakan kepadaku, tapi aku ini kan hanya seorang bocah mana mengerti aku akan masalah seperti itu. Ternyata kehidupan rumah tangga Mbak Irma ini sangat jauh dari kata bahagia, semenjak sang putri beumur 5 taun suaminya jarang pulang, dan jarang memberi nafkah. Kerap juga Mbak Irma mendapatkan perlakuan kasar oleh sang suami, seperti yang saya lihat ini. Terdapat luka baret seperti goresan ditangan dan didekat dagu Mbak Irma.

Memang kemarin saya tanya dia cuma bilang ini akibat benturan saat tadi mau naik tangga, aneh.... luka tersebut seperti disengaja oleh seseorang. Akhirnya ia mengakui pada jam istirahat ini, “Iya Von... ini akibat ulah Mas Sigit (Suami Irma), rasanya aku ingin bercerai saja dengannya” Ucap Irma. Entah tau - tau Irma menyandarkan kepalanya dibahuku sambil mengucap, “Entah kenapa aku nyaman banget saat sama Kamu Devon, lega kalau sudah curhat sama kamu” Ujarnya...

Aku pun tersenyum lebar, mulai dari situlah muncul pikiran negatif, padanya... aku cuma fokus ke payudara Mbak Irma, yang sesekali menyenggol tanganku, “Aaach Mbak bisa aja dah gue kan masih ingusan” sahutku.... Mbak Irma pindah posisi duduk, “Etah ingusan segede gini, gimana yang bocah hahahahaaa....  btw ntar kan malam minggu nich temenin Mbak dan Putri main bisa enggak... ??? tarr tak jemput deh di mess kamu” ajakan Mbak Irma, tanpa pikir panjang aku pun menyetujui pintanya.

Jam berganti malam, kutunggu hadirnya Irma di depan kamarku, dan seketika suara klakson dan penampakkan mobil Mbak Irma pun terlihat. Aku pun berjalan dan masuk ke mobil, tapi tak ada tanda - tanda Putri, “Eneng kemana Mbak, gak diajak ...???” Tanyaku penasaran. Mobil pun melaju dan Irma bilang kalau ia gak mau diajak main, malah ia pengen sama eyangnya, “Hehehehehee dia ngambek Von malah pengen menggambar dirumah eyang, yasudah kan malah enak jadi kita gak ada yang ganggu awrrrr” Tampang Irma kali ini lebih sadist, mungkin ia memendam sesuatu. “Hadewwwwwh emang mau kemana kita Mbak” semakin penasaran aku dibuatnya.

Dia pun tersenyum kearahku dan menggenggam tanganku sementara tangan kirinya memegang kemudi, “Aku ingin Dev malam ini merasakan kehangatan laki - laki yang selama ini aku inginkan yaitu kamu, tahukan kamu gimana menderitanya aku Dev, yang hanya bisa pakai tangan” Dia pun curhat akan kesedihannya.... “Tapi Mbak.... aku kan” tau... tau dia menytop pembicaraanku dengan jarinya.. “Aku tau kalau kamu sering melihat payudaraku, memang sengaja kubiarkan agar kamu terangsang, iya kan Devon, dengan sengaja aku pamerkan ceplakkan celana dalamku saat aku diruangan kamu, berharap kamu mengajakku ML tapi itu semua ..aahh sudahlah” semakin sedih dan kukecup pipinya....

Dia pun kaget dan kini mimik wajahnya berubah menjadi riang lantaran kecupanku tadi, “Mbak Irma pengen apa... biar Devon turutin, aku juga kasihan sama Mbak Irma” tanganku pun sudah dipegangnya dan diarahkan di memeknya, dalam kondisi nyetir pun dia menyuruhku untuk mengelus memeknya yang terbungkus legging itu, “Tangan kamu Dev.. ahhh lembut rasanya pengen sekali melepas celana ini” Ujarnya.... Lalu kutelusupkan tanganku kedalam memeknya dan bergeriliya disana, tak ada rasa takut sebab kaca mobil Mbak Irma tak tembus kalau dari luar. Terus kumainkan jariku di memeknya sambil Mbak Irma fokus mata ke jalan. “Enak kan Mbak... tapi kok udah basah giniya” sahutku.

Dan saat lampu merah dia pun membetulkan duduknya agar lebih nikmat katanya, “Ke hotel yuk Von” ajakan Mbak Irma yang sudah terbakar gairah. Kami pun sampai disebuah hotel berbintang dan mengambil check in 1 kamar kala itu dibandrol dengan Rp. 120.000 karena tidak menginap. Sampai dikamar Mbak Irma langsung membuka celana dan CD nya benar saja cairan kental seperti sperma telah menempel di cd Mbak Irma. Mataku terus tertuju di memek Mbak Irma yang berbulu tipis itu. “Mbak duduk situ deh biar Devon manjaain ini barang” Pintaku, Memek Mbak Irma kini terpampang dihadapanku dengan lidahku kumainkan sekitaran area memeknya, Mbak Irma mendesah perutnya mengencang, rasa asin kini menyerang lidahku dan semakin aku menjilati di area lubang kencingnya semakin banyak cairan yang dikeluarkan. ‘Devooonnn aachh enak sekali aaauuwwhhhh enak sayang aawwwhhhhh” Mbak Irma kegirangan dan kini ia orgasme sangat banyak menghentikan aktivitasku menjilat memeknya.

Memeknya berdenyut dan mengalir cairan kental yang hangat dan asin itu, “Kamu gak jijik sayangku” diab ertanya apakah jijik menjilat vagina perempuan. Aku pun menggeleng dan hanya bilang aku suka memek Mbak, legit dan basah, “Sekarang aku pengen bercumbu denganmu sayang” kami pun berbaring dan bercumbu semntara tanganku memainkan tetek yang selama ini aku idam idamkan, tubuh lembut Mbak Irma bagai meenghipnotis, celanaku di lepaskan dan tangan Mbak Irma sudah menggenggam batang kontolku. “Punya kamu gede juga Von, sini Mbakkulum ya” Sluurrppp slluurrrppppp rasaya nikmat sekali kuluman bibir Mbak Irma.

Mbak Irma sangat bernafsu sekali memainkan penisku dan terkadang diselipkan di antara belahan teteknya, sensasi baru dan rasanya sangat nikmat, dikocok pakai tetek. “Assshh sudah aaacchhh keburu pengen masukin ya sayang” Mbak Irma menunggangi aku dengan posisi WOT. Blessss dengan mudah penisku masuk di memek Mbak Irma, ‘Auuuwwwhhhhh mantabbb Von” didiamkan didalam serasa penisku diperah dan geli yang sangat enak. Perlahan Mbak Irma menggoyangkan pinggulnya dan bibirnya mencumbui bibirku.

Goyangan Mbak Irma liar sekalii baru main 5 menit Mbak Irma langsung mencapai klimaksnya lagi, kali ini lebih encer dari pada orgasmenya yang tadi. Tubuh Mbak Irma ambruk dalam dekapanku, aku menegecup keningnya, “Masih mau lanjut Mbak” aku bercanda, dan dia mengubah posisinya menungging dihadapku, perlahan kutuntun penisku masuk ke lubang vagina nay, ,kini kuentot dia secara doggy. Bleeesss masuklah semua penisku dengan gerakan pelan pinggulku rasanya memek Mbak Irma benar - benar sesak oleh penisku, bercak putih menempel; dibatang penis kurasa Mbak Irma sangatlah bergairah, memeknya sangat basah. Walaupun udah memiliki anak memek Mbak Irma ini masih terbilang seret. Akhirnya aku udah mencapai puncaknya, dengan tempo kencang aku menggoyangkan penisku dan “Aasssshhh..... Mbakk aaauuuwwhhhhh.... crooott ccrootttt” kutembakkan spermaku diatas lubang duburnya,

Spermaku banyak tertumpah dan sangatlah kental, dengan bibirnya ia terus mengulum penisku, mencari sisa - sisa sperma tertinggal, “Hmmmm lezat sekali Devon, gurih dan kata orang sperma Abg gini bisa buat awet muda lhoo” Ujar Irma... Aku pun membersihkan dengan tissue sperma yang belepotan diwajahnya Mbak Irma. Lalu setelah permainan yang menegangkan tadi, kami berdua pun mandi bareng, lalu kita keluar hotel pukul 9 malam, dan dilanjut makan malam karena tenaga terkuras habis meladeni nafsu birahi Irma.

-TAMAT-

itil barriers itil practitioner