Cerita Seks : Kepergok Saat Masturbasi

itil service itil foundation

Birahi mungkin adalah suatu insting yang dimiliki manusia pada umumnya, tak hanya kaum pria, terkadang kaum wanita pun  juga memiliki gairah.  Uniknya wanita bisa menyembunyikan rahasianya kalau dia sedang ingin, apa pun akan ia lakukan untuk memenuhi hasrat inginnya. Kadang menggunakan tangan terkadang juga menggunakan alat bantu, dan terkadang dia bisa memakai apapun yang berbentuk seperti kelamin pria. Kali ini aku akan bercerita tentang pengalamanku dengan Mbak Ike, seorang janda muda yang dicerai suaminya lantaran dia tak bisa memberikan keturunan. Namaku Devon saat ini aku duduk dibangku kelas 2 SMA, orang tua ku berlatar belakang sangat kecukupan, sehingga aku disuruh besekolah dikota besar. Kini aku tinggal dikontrakkan yang cukup bagus, semua fasilitas baik kamar mandi maupun teras depan cukup bagus dan bersih, hanya aku sendiri yang tinggal sendiri. Kalau urusan uang pappah selalu mengirimkan saat tanggal 3, makanya aku gak begitu khawatir soal kehidupan sehari - hari.

Ketrampilanku cukup beragam, terlebih aku juga hobi memasak, karena adanya internet aku bisa belajar tentang resep masakan. Minggu pagi aku berbelanja ditukang sayur keliling yang biasa lewat dikomplek, yah membeli bahan yang ingin kumasak, saat mau berjalan ke dekat lapangan tiba tiba Mbak Ike menyapaku, “Wuidih anak muda kok jam segini udah beraktivitas, mau kemana Devon” sapa yang halus dari perempuan muda berambut panjang tersebut. “Ouwh Mbak Ike, ini mau beli telur sama paprika mau bikin sarapan sih, Mbak mau kemana” Sahutku dengan ramah.

Ternyata dia juga menuju ke penjual sayur, dan kulihat ia membeli terong dan timun hmmm aku curiga kalau dia memakai itu untuk masturbasi. Tapi aah ngapain juga aku berpikiran kotor padanya, “Wah wahh tampaknya Devon beli banyak sayuran nich” Kata Mbak Ike,,”Hu,uumm nich Mbak pengen bikin tumis” sahutku sambil berjalan pulang kerumah. “Mau dong ngicipin masakan Devon, delivery kerumah ya manis hehehehee” Mbak Ike menggodaku, “Euumt gimana yaa... masakan aku gak enak lhooo, tapi baiklah kalau ingin merasakan hehehee nanti agak siang ya Mbak aku kerumah Mbak, tarr aku telepon dulu deh” Ujarku.

Singkat cerita, masakan sudah selesai lalu kutelepon Mbak Ike, dan dalam pembicaraan by phone dia langsung menyuruhku datang kerumahnya. “Mbak.... Mbak Ike ni aku Devon” Sambil berdiri di depan pintu rumahnya. Lalu terdengar suara “Masuk aja aku di kamar depan” pinta Mbak Ike. Kemudian aku membuka pintu dan kudapati Mbak Ike sudah telanjang bagian bawah sedang duduk mengangkang dan ada sesuatu yang ia pegang, ternyata terong ungu yang lumayan panjang sedang dimainkan di bibir memekya. “Wuidih Mbak lagi ngapain kok onani sendiri” Mata ku terbelalak melihat memek Mbak Ike yang sudah becek itu.

Dia tetap saja meneruskan aksinya tak peduli ada aku yang datang, “Hahahaha gak usah khawatir, nanggung soalnya dah keburu basah yah kalau kamu mau kalau boleh sih bantuin aku buat lebih basah lagi” Ujar Mbak Ike sambil memamerkan sensualnya. “Aduch Mbak gimana ya si otong juga dah terlanjur ngaceng nich, boleh aku memuaskan Mbak” Sahutku. Mendengar perkataanku Mbak Ike tampak senang sekali, dia bangkit dan menuntun aku menuju sofa panjang, lalu bibirku diciumnya. Uhhhh lembut juga bibir janda ini, aku terus terbawa permainan, payudara Mbak Ike aku remas, kumainkan keduanya. Mbak Ike mendongak keatas dan kini lehernya yang kusasar, dengan lembut aku menciumi leher Mbak Ike.

Nafas Mbak Ike terengal dan desahannya membangkitkan gairahku, kini dia melucuti kaosku dan dengan binal Mbak Ike mengulum dan mencumbu dada ku sehingga rasanya geli. “Sini biar Devon bersihin lendir di memek Mbak” Kujilati sekitar memeknya, rasanya asin dan berbau khas kewanitaan. Memek Mbak Ike nampak sangat basah saat lidahku bermain di area klitorisnya “Auuwwhhh enak Dev, aaacchhh belum pernah aku diginiin sumpahhh aaawwwhhh teruusss yahhh disitu” Mbak Ike nampaknya suka sekali dengan permainanku. Kemudian tak berselang lama aku disembur oleh cairan orgasmenya, “Auuuwwwhhhhh aku keluar Devon aaawhhhh” Seketika tubuh Mbak Ike lemas dan bersandar pada sofa.

Mbak Ike membuka celanaku dan mengeluarkan rudal kebangganku, “Hmmm besar juga tak kalah sama terong kesayanganku” Mbak Ike takjub dan mengocok kontolku. Lembut sekali permainan tangannya, dan sambil kita bercumbu Mbak Ike terus mengocok kontolku, kini semakin tegang menantang. Di emutlah semua kontolku, “Auuhhh hangat Mbak, enakk” kumerasakan kenikmatan tiada tara saat bibir Mbak Ike mengulum kontolku, geli bercampur enak. Sudah 5 menit kontolku dikulumnya “Masukkin ya Dev, pengen ngentot ama kamu, nanti keluarin didalam aja tenang aku ini mandul kok” Mbak Ike mengambil posisi dia menduduki aku.”Assshhhh besar sekali kontolmu aauuwwhhhh, akhirnya nikmat juga” ujarnya saat menuntun kontolku masuk di liang vaginannya.

Vaginanya sangat licin mungkin karena dia udah klimaks, dan terasa sekali kalau kontolku sangat pas di dalam,memeknya masih terkesan sempit “Aauuwwhhh memek Mbak enak sekali, serasa di perah nich kontolku” Ujarku sambil menggoyangkan pinggulnya. Bibir Mbak Ike terus kucumbu dan teteknya aku mainkan. Goyangan Mbak Ike lembut sekali, mungkin dia tipikal cewek yang gak suka main kasar. “Auauauauwwhhh Devvvv akuuuuuuuu..... serrrrr.. serrr’  Kembali dia mengeluarkan lendirnya, kali ini lumayan banyak, sehingga ia mengangkat tubuhnya. Cairan seperti sperma bercampur pipis itu menetes tumpah diperutku. ”Auwwhhhhh rasanya lega sekali hari ini, kutemukan surga dibalik tubuhmu Devon sayang” Mbak Ike memujiku.

Dia sudah ON lagi kini ia tiduran diranjang dengan posisi mengangkang, “Ayo Dev jejali lagi dengan meriammu itu” Pinta Mbak Ike memelas. Kutuntun kontolku diliang memek yang sudah menganga, blessss amblaslah sudah kontolku dan kini aku yang bekerja, kugerakkan pinggulku kedepan dan kebelakang mengikuti alur. “Aauuwwhhh yaahh yaaahhh yaaahhh” desah Mbak Ike kian menjadi kala aku mentok menyodok liang ahimnya. “Enak Dev, enak teruusss keluarkan semua auuwwwwhhh” Mbak Ike seperti kesetanan, bibirku dilumatnya secara kasar. Sudah 3 menit dan kumerasa ada dorongan untuk ejakulasi, aku teringat kalau ia tadi sempat mengatakan bahwa dia tak bisa memberikan keturunan, maka kutembakkan semua spermaku di dalam memeknya.

Semakin kupercepat genjotanku, dan “Croootttt crootttt crooottt”entah berapa kali tembakan sperma yang kuberi padanya. Kudiamkan kontolku dan aku bercumbu dengannya pandangan matanya sayu melumat bibirku dengan penuh nafsu. “Devon sejak kejadian ini aku kembali bahagia, kutemukan sesuatu yang luar biasa dari kamu, apa kamu tidak menyesal” Ujarnya. Aku terus mencumbu bibirnya dan kukatakan kalau aku tidak pernah menyesal, aku juga lelaki normal yang punya nafsu. Saat kucabut kontolku, spermaku mengalir keluar dari lubang memeknya, dan nafas Mbak Ike kembali tersengal – sengal seperti habis lari. “Terima kasih Devon untuk siang ini, ayo kita ke kamar mandi, dan kita makan siang bersama” pintanya. Setelah selesai bersih - bersih dikamar mandi kamu pun menyantap makan siang buatanku sendiri. Tampaknya Mbak Ike menyukai masakanku. Sampai kini skandal terlarang ini terus berlanjut, aku selalu ada kala Mbak Ike membutuhkan kehangatan.

-SEKIAN-

itil barriers itil practitioner