Cerita Seks : Birahi Cewek Jilbab

itil service itil foundation

Saat ini saya sedang galau tingkat Dewa gaess bagaimana tidak, saat lagi seneng senengnya memiliki pujaan hati lantas diputus tanpa sebab. Doi malah menggandeng cowok lain, perasaan ini bagai tercabik - cabik, hanya Lhea yang saat ini selalu menghiburku. Lhea adalah teman dari temanku, dia berkunjung ke tempat kerjaku tbersama Dika Temanku. Dika mengenalkanku dan akhirnya aku dan Lhea menjadi semakin akrab, setelah setahun aku mengenalnya kedekatan kita semakin erat, Lhea sanggup menghiburku dari perasaan galau, aku sudah sangat move on semenjak mengenalnya. Gadis cantik putih berjilbab, dari keluarga sederhana tapi memang aku tidak tahu seluk beluk masa lalunya. Menurut keterangan dari Dika temanku dia juga bernasib sama sepertiku, ditinggalin begitu aja oleh cowoknya. Pada malam hari Lhea sering menemaniku jaga stand, aku bekerja di kedai kopi dan roti, saat malam tiba tempatku ramai sekali orang nongkrong terlebih Dika dan Lhea hampir seminggu 3x mereka selalu menemaniku. Tak jarang kalau hari minggu Lhea sering main ketempatku, dan kadang aku yang main ke kost nya Lhea. Dia indekost lantaran jorang tuanya berada di kota sementara dia disini juga bekerja  sebagai  Teller Bank.

Minggu pagi kami berdua berjalan jalan ke Alun Alun, kita berdua foto - foto dah seperti pasangan baru lah, entah kenapa hati ini makin nyaman semenjak kehadiran dia, Saat itu ia mengenakan celana legging putih dan baju terusan selaras dengan jilbabnya. Saat makan aku tak sengaja melihat dia duduk bersila dan menampakkan ceplakan memek tembem diselangkangannya. Lhea tak meyadari bahwa aku mengamati memeknya, entah kenapa gairahku langsung memuncak melihat wanita memakai legging yang sangat ketat. Ceplakkan memek tembem Lhea lah yang membuatku jadi tidak fokus, bahkan saat diajak ngobrol aku menjadi seperti orang bingung. “Dev, gimana sih kok kaya orang pelupa gitu... abis dari sini kan kita berencena mau hapus history FB Looo dengan mantan kamu”... Ouuw iya emang aku ingin sekali mengahpus segala foto - foto tentang pacarku dyang menghianati aku dulu.. “Ouuww iya Lheaa aku lupa hehehee, abis makan ini aja, ada kok warnet depan situ” Sahutku...

Oke saat ini aku dan Lheaa sudah berada didalam Warnet yaitu di meja 8, billing 8 ini letaknya paling pojok dan room 1 ini memang sepi, di billing inilah semua itu terjadi,, Lhea terlihat sibuk dengan Facebook ku menghapus semua riwayat tentang mantanku. Akhirnya selesai sudah, dan tunggu dulu nampaknya Lhea membuka satu situs porno, “Kok buka gituan neng” ujarku... ia menyentuh bibirku dengan jarinya, ‘Karena sekarang ini aku dan kamu sedang berduaan dan tak ada yang mengganggu, aku ingin menonton film porno denganmu Dev” ujar Lheaa...

Aku semakin bingung, di video itu dia memainkan salah satu film dimana sang cowok menjilati vagina cewek, ‘Aku ingin merasakan seperti itu Dev” sembari menujuk layar monitor... “Hmmm emang dulu sama cowokmu gak pernah digituiin Neng”... sahutku.... ’hea hanya menggelengkan kepala, nampak cara duduk Lhea sedikit gusar ia seperti sedang menahan sesuatu. Tangan Lhea mengelus - elus pahaku alhasil si otong pun ngaceng, “Tu dah bangun lhooo aku sepong ya” tanpa komando  penisku dikeluarkan dari sangkarnya ia menggenggam kuat lalu dikocoknya. “Neng apa tidak ada CCTV...” Aku takut kalau warnet ini dilengkapi dengan CCTV, Lhea menggelengkan kepala, ia menyepong penisku aaaahhh rasanya enak sekali, dia menyuruhku untuk meremas teteknya. Oke kali ini teteknya kumainkan sesekali aku menyentuh memeknya yang tembem itu dibalik legging putihnya.

Sedotan mulut Lheaa semakinmenggila, rasa nikmat semakin menjalar, bahkan memek Lhea pun basah hingga dia seperti ngompol ‘Neng aku mau keluarr....” Dia malah semakin keras mngocok penisku dan akhirnya crooot crooot crooot semua spermaku tumpah dimulutnya, ia menghentikan sepongannya, spermaku keluar dari bibir mungil Lhea. ’Enam kan Dev...???” Ujar Lhea sambil membersihkan sisa sperma dengan tissue. Aku hanya mengangguk ‘Neng kalau akujilat memek kamu disini sangat tidak mungkin, ditempatku aja gimana kubuat Lhea sampai puas deh” tawaranku... “Ditempatku aja Dev, lebih deket keburu sange nich hehehee” Baiklah kami berdua meninggalkan warnet tersebut dan menuju kost Lhea.

Sesampainya dikamar Lhea ia langsung melepas jilbabnya dan bajunya ia kini setengah telanjang dan merebah mengangkang, aku menyusulnya dan kinikita saling berciuman. Bibirmungil Lhea aku sapu dengan bibirku, kami bercumbu mesra, Lhea sangat liar saat bercumbu dan kembali tangannya meloloskan penisku, akhirnya bangun kembali. Kurebahkan Lhea dan kulepas legging beserta CD nya, kini aku melihat secara utuh memek sahabatku ini, perlahan kujilat memeknya ‘Awwhhhh enak Von terusss.. .auuwwwhhhh ternyata seperti ini yaaah yaaahhh yuaahhh” Lhea seperti menggila saat lidahku menyentuh semua area memeknya.

Memek mungil merona itu basah akibat ia orgasme, cairan memek Lhea sangat banyak kujilat semua,  kadang kumasukkan jari kukocok lubang surgawinya, tangan Lhea memainkan teteknya sendiri. “Ayoo Von masukkan masukkan aaawwhhh” kuposisikan penisku  di selangkangan Lhea dan perlahan kutuntun menuju sarangnya, sempit sekali memeknya terasa sulit untuk kumasukkan. Blessss amblas sudah penisku, perut Lhea mengejang kugerakkan pinggulku perlahan ia mencengkram tubuhku, kucumbu bibirnya sambil kugenjot memeknya. “Sakit Neng”.... tanyaku ia hanya menggeleng, “Genjot agak kenceng sayang awwhh awwhhh” pintanya.

Semakin kulihat batang penisku semakin basah pula memek Lhea, akhirnya kami berganti posisi kini Lhea berada diatas, “Aawwhhhh kontol kamu enak Von sungguh bodoh wanita yang meninggalkanmu” racau dia... Teteknya kuremas dan sesekali ia membungkuk mencari bibirku, 5 menit sudah dengan gaya WOT, Lhea tampak cappek. "Entot aku dari belakang Dev”... Akhirnya dengan gaya Dogie, kembali kumasukkkan penisku, Keringat kami berkeluh dengan gaya seperti ini sulit bagiku untuk tahan.. "Neng keluarin di mulut ya”... iterasa aku akan menembak, ‘Iya Von tembakkan ke mulutku aku ingin protein spermamu aawwhh awwwhhh aauuwwhhh”... ia pun jongkok dibawah penisku dan crooot crooottt tembakan dari penisku sangat deras, bahkan ada yang belepotan dimuka dada dan lantai. Lhea kembali menyepong penisku. “Muwwaaahhh makasih Dev, udah melayani pintaku, sebenarnya aku inginkan ini dari dulu tapi aku takut” sembari mengocok penisku. “Lheaa akujuga sangat menikmatinya, andai aku dulu peka, heheheee nikmat banget ya siang ini” aku pun merasa terpuaskan 2x crot.

Akhirnya kami berdua punmandi bersama, didalam kamar mandi pun memek Lhea masih aku jilati, sampai ia orgasme barulah kami mandi dan keramas, ia sangat menyukai kalau memeknya dijilat cowok. Barulah kesampaian denganku, setelah mandi kami tertidur dikasur yang sama sampai menjelang maghrib, dan pukul 7 malam ia mengantarku pulang,dan tak lupa Lhea memberikan kecupandipipiku berbisik Lhe dikupingku “Besok minggu lagi ya Dev” Kini Lhea sudah masuk dalam kehidupanku, ketagihan dengan penisku. Terima kasih Lheaa terima kasih sahabatku.

-SEKIAN-

itil barriers itil practitioner